Wednesday, November 14, 2018

Runtuhnya Jerman Timur

Video Presentasi Runtuhnya Jerman Timur

Penasaran kan kenapa Jerman Timur bisa runtuh? yuk cek video yang ada di link dibawah ini👇🏻




Oleh: 
Mozasava Sabilillah
Nasywa Ayasha Faydra

XII IPS 2


SELAMAT MENYAKSIKAN😋😋😁

Runtuhnya Jerman Timur

Video Presentasi Runtuhnya Jerman Timur

Penasaran kan kenapa Jerman Timur bisa runtuh? yuk cek video yang ada di link dibawah ini👇🏻




Oleh: 
Mozasava Sabilillah
Nasywa Ayasha Faydra

XII IPS 2


SELAMAT MENYAKSIKAN😋😋😁

Runtuhnya Jerman Timur

Video Presentasi Runtuhnya Jerman Timur

Penasaran kan kenapa Jerman Timur bisa runtuh? yuk cek video yang ada di link dibawah ini👇🏻




Oleh: 
Mozasava Sabilillah
Nasywa Ayasha Faydra

XII IPS 2


SELAMAT MENYAKSIKAN😋😋😁

Tuesday, October 2, 2018

RESENSI BUKU KUDA TERBANG MARIA PINTO

Kuda Terbang Maria Pinto karya Linda Christanty terdiri dari dua belas cerita pendek yaitu Kuda Terbang Maria Pinto, Makan Malam, Pesta Terakhir, Lubang Hitam, Balada Hari Hujan, Danau, Lelaki Beraroma kebun, Perang, Joao, Qirzar, Rumput Liar, dan Makam Keempat. Judulnya diambil dari cerpen pertama yaitu Kuda Terbang Maria Pinto. Linda Christanty menuliskan penindasan, kehampaan, kehilangan, suasana politik, perang, dan perlawanan dalam diksi yang menghanyutkan. Sekalipun penulis tidak secara eksplisit menuliskan lokasi atau latar belakang, pembaca cukup mengetahui peristiwa-peristiwa yang terkait dengan cerita tersebut. Cerita-ceritanya terkesan suram dan kelam.

Kuda Terbang Maria Pinto – Menampilkan tema-tema kemanusiaan tanpa menyerahkan sastra ke bawah telapak kaki penindasan pesan, bukan upaya gampang. Linda Christanty mampu menaklukan kemuskilan ini. Dalam sebagian besar cerpen-cerpennya, kelamin prosa dan kelamin puisi menyatu bersejiwa melahirkan pukauan mengasyikkan, mengatasi namun meninggikan ikhwal pesan pada tukikan kedalaman yang mencerahkan 

Pada cerita pendek Linda Christanty, kita mendapatkan ampuhnya suara politik justru karena yang politis itu sekadar hadir sebagai kilas balik tipis dari laku dan wicara para tokoh. Realisme Linda mencekam justru karena ia antididaktik.

Pada kisah Kuda Terbang Maria Pinto, Linda Christanty mengisahkan peristiwa terkait insiden Timor-Timur dengan menyertakan unsur magis surealis di dalamnya. Dalam Mata Malam, Linda memasukkan tokoh yang menjadi korban dari kebijakan pemerintah tahun 1965, yang membuat ribuan orang menjadi eksil. Di situ Linda menulis tentang sang ayah “yang tengah melawat ke luar negeri menjelang keributan besar”, sementara pada penjelasan berikutnya kita mendapatkan informasi bahwa “luar negri” yang dimaksud adalah Moskwa dan “keributan besar” itu adalah berita kudeta. Dengan menghubungkan hal-hal itu, dapat diketahui cerpen ini berkisah mengenai sosok sang ayah yang menjadi korban peristiwa pembasmian orang-orang komunis di awal masa Orde Baru.


Pada cerpen Pesta Terakhir bercerita tentang seorang juru catat yang hidup royal dari uang rezim tahun 1965 dengan mengkhianati para sahabatnya dalam sebuah gerakan. Disebutkan salah satu sahabatnya ialah Mursid yang tak lagi mungkin bisa memiliki pekerjaan akibat pengkhianatan oleh sahabatnya sendiri. Lubang Hitam  bercerita tentang hakikat perempuan dan  kompleksivitasnya dalam kehidupan.

Aku Mau

Aku benci berdiri di tengah hujan sendirian
Aku benci menghabiskan hari yang cerah sendirian.
Aku benci ketika salju turun dan aku sendirian.
Aku benci membuang-buang waktu begitu saja.
Beberapa hal yang tidak membuang-buang waktu.
Jadi habiskan waktu mu untukku.
Dan aku akan menghabiskan waktu ku untukmu.

Tuesday, July 24, 2018

Pengakuan India terhadap Kemerdekaan Indonesia

India dan Indonesia. Dua bangsa yang sama sama pernah dijajah bangsa asing. India dijajah oleh Inggris sementara Indonesia dijajah oleh Belanda dan Jepang. Karena sama sama pernah merasakan penderitaan karena penjajah, timbah rasa sama dan senasib antara Indonesia dan India.

Pada 1946, terjadi bencana kelaparan di India. Hal ini membuat pemerintah Indonesia membuat keputusan untuk membantu India menyelesaikan bencana kelaparan ini. Diadakanlah pertemuan antara wakil Indonesia dan wakil
India, K.L. Punjabi. Indonesia sepakat untuk mengirimkan 500.000 ton beras kepada India. Peristiwa ini dinamakan India Rice. Selain untuk membantu India menyelesaikan bencana yang menimpa negara tersebut, cara ini juga dilakukan untuk mencari pengakuan kedaulatan dari negara lain.

India membalas bantuan dari Indonesia terbukti dari pengiriman obat-obatan, alat pertanian, dan pakaian dari India yang saat itu sedang susah didapatkan di Indonesia karena ada blokade dari Belanda. Hal ini dimaksudkan pemerintah India untuk menembus blokade yang dilakukan Belanda. 

Upaya diplomasi terus dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Moh. Hatta dan Soekarno pergi ke India untuk mendapat bantuan senjata namun gagal karena senjata masih dikuasai Inggris. Pemerintah Indonesia juga meyakinkan pemerintah India untuk menempatkan wakil Indonesia di New Delhi dan tidak lama kemudian wakil India juga mendirikan kantor wakil konsul di Yogyakarta. Hal ini sangat membantu pemerintah Indonesia karena mereka menyedian pos dan telegram untuk membantu kelancaran pemerintahan Indonesia. 

Hubungan India dan Indonesia diperkuat pada New Delhi Conference pada bulan Maret-April 1947 yang menghasilkan resolusi sebagai berikut :

  1. pengembalian pemerintah Republik Indonesia ke Yogyakarta
  2. pembentukan Pemerintah ad interim yang mempunyai kemerdekaan dalam politik luar negeri, sebelum tanggal 15 Maret 1949
  3. penarikan tentara Belanda dari seluruh Indonesia
  4. penyerahan kedaulatan kepada pemerintah Indonesia Serikat paling lambat 1 Januari 1950



Simpati India terhadap Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaanya diwujudkan dalam bentuk moral dan material. Hubungan kedekatan Indonesia dan Belanda bukanlah sesuatu yang baru terjalin melainkan sudah dari berabad-abad sebelumnya melalui perdagangan internasional. Kedekatan dua negara diwujudkan dalam upaya untuk membebaskan negaranya dari penjajahan.